1. Ketikkan script berikut pada controller CI3 anda.
BINTANG AMRI PUTRA
SELAMAT DATANG DI BLOG BINTANG AMRI PUTRA
Cara Menampilkan Data Dalam bentuk Array dari Form Dengan Method Post

Framework CodeIgneter 3

Mengenal Framework dan MVC (Model, View, Controller)
Chapter 1 : Mengenal Framework Dan MVC
1. Framework
A. Apa itu Framework?
Framework adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk mengembangkan website. Framework ini diciptakan untuk membantu web developer dalam menulis baris kode. Dengan menggunakan framework penulisan kode akan jauh lebih mudah, cepat, dan terstruktur rapi.
B. Fungsi Framework
Framework memiliki
fungsi utama untuk memudahkan web developer dalam membuat sebuah website.
Selain itu, framework juga memiliki fungsi lain. Berikut di antaranya:
·
Membuat kode program
menjadi lebih terstruktur
Framework
biasanya memiliki pola arsitektur dalam menuliskan kode. Sehingga, kode yang
dituliskan lebih mudah dan struktur. Dampaknya, kamu dapat dengan cepat
menemukan kesalahan dan langsung memperbaikinya.
·
Meningkatkan keamanan
Selain
membuat kode lebih terstruktur, framework dapat meningkatkan keamanan website
kamu. Seperti contohnya framework Laravel yang sudah mengadopsi berbagai sistem
keamanan seperti autentikasi, enkripsi, dan hashing.
·
Mempercepat pembuatan
website
Berikutnya
adalah framework ini dapat mempercepat pembuatan website. Hal itu karena
pengembang dapat menggunakan komponen-komponen yang sudah disediakan dan tidak
perlu menulis kode dari awal, sehingga dapat mempercepat pembuatan sebuah
website.
·
Pemeliharaan dan perawatan
website lebih mudah
Yang
terakhir adalah framework ini dapat mempermudah kamu dalam memperbaiki dan
merawat website. Perbaikan bug, maintenance menambah fitur dan
meningkatkan keamanan website akan jadi lebih mudah karena kebanyakan framework
sudah menggunakan pola arsitektur yang beragam.
2. MVC (Model, View,
Controller)
A. Pengertian MVC
Model View Controller atau
yang dapat disingkat MVC adalah sebuah pola arsitektur dalam membuat sebuah
aplikasi dengan cara memisahkan kode menjadi tiga bagian yang terdiri dari:
- Model
- View
- Controller
B.
Alur Model View
Controller
Setelah
kamu mengetahui penjelasan dan komponen dari MVC, sekarang kita akan membahas
alur proses dari MVC. Berikut ini adalah alur prosesnya.
- Proses pertama adalah view akan meminta data untuk ditampilkan dalam bentuk grafis kepada pengguna.
- Permintaan tersebut diterima oleh controller dan diteruskan ke model untuk diproses.
- Model akan mencari dan mengolah data yang diminta di dalam database
- Setelah data ditemukan dan diolah, model akan mengirimkan data tersebut kepada controller untuk ditampilkan di view.
- Controller akan mengambil data hasil pengolahan model dan mengaturnya di bagian view untuk ditampilkan kepada pengguna.

Gambar alur proses pemroresan data
menggunakan konsep mvc
C.
Manfaat dari MVC
Ada beragam
manfaat ketika kamu menerapkan MVC ini dalam pembuatan aplikasi kamu. Berikut
ini adalah manfaatnya.
· Proses
pengembangan aplikasi menjadi lebih efisien
Penggunaan MVC
dapat mempercepat pengembangan aplikasi karena kode dapat dikerjakan oleh
beberapa developer. Contohnya dalam kasus pengembangan aplikasi web, bagian
model dan controller dapat dikerjakan oleh back-end
developer sedangkan bagian
view dapat dilakukan oleh front-end
developer.
· Penulisan
kode menjadi lebih rapi
Karena dibagi menjadi tiga bagian, maka penulisan kode
akan jadi lebih rapi dan memudahkan developer lain untuk mengembangkan kode
tersebut.
· Dapat
melakukan testing dengan lebih mudah
Untuk memastikan seluruh aplikasi bekerja sesuai dengan
rencana maka langkah testing atau uji coba wajib dilakukan. Dengan menggunakan
model view controller ini, maka proses uji coba dapat dilakukan pada setiap
bagian.
· Perbaikan
bug atau error lebih cepat untuk diselesaikan
Penggunaan MVC
dapat memudahkan developer untuk memperbaiki error atau bug yang terjadi.
Developer dapat fokus untuk menemukan dan memperbaiki masalah yang terjadi
karena kode dituliskan pada bagian-bagian terpisah.
· Mempermudah
pemeliharaan
Konsep MVC ini dapat mempermudah pemeliharaan aplikasi,
karena script atau kode yang lebih rapi dan terstruktur sehingga mempermudah
developer dalam proses pemeliharaan aplikasi.

Perjalanan Game Playstation Dari Generasi Pertama Hingga Sekarang
Hallo gamers lovers, apa kabar kalian? Mudah-mudahan sehat selalu dan lancar dalam segala menjalankan aktivitas. Pada kesempatan kali ini, kita sedikit bernostalgia ke tahun '90 an hingga tahun 2000 an, dimana pada masa itu kita pernah dikenalkan dengan suatu hiburan dari industri game yang cukup terkenal dan sangat populer sampai saat ini, yaitu Sony Playstation.
Playstation atau yang lebih dikenal dengan istilah "Ps", diperkenalkan di mata publik pada 3 Desember 1994 di Jepang, yang disusul dengan peluncurannya di Amerika Utara pada 9 september 1995. Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Sony Playstation adalah game konsol ini sudah menghadirkan sebuah game dengan grafis 32bit yang artinya game yang dihadirkan yaitu dengan grafis 3D. Oleh karena itu, menyebabkan perubahan besar dalam industri game hingga sampai saat ini. Bagaiaman tidak, pada masa itu, game konsol yang terkenal seperti Sega Mega Drive Dan juga Super Nintendo secara grafis masih mengusung grafis 16bit atau lebih dikenal dengan game 2D.
Sonny Playstation One |
1. HARVEST MOON BACK TO NATURE
Harvest Moon Back To Nature (Playstation One) |
2. Nascar Rumble
Nascar Rumble (Playstation One) |
Siapa yang tidak kenal dengan game Nascar Rumble yang dimainkan di Playstation One? Ya, game yang bertemakan balapan nascar ini merupakan salah satu game yang cukup populer dan banyak dimainkan oleh kalangan pecinta game konsol Playstation One. Game ini memiliki keunikan tersendiri dimana para player yang memenangkan event yang disediakan oleh game akan mendapatkan hadiah berupa mobil-mobil langka yang masih terkunci. Gameplay dari game ini terbilang cukup mudah dipahami dan disetiap arena, player akan diberikan sebuah kemampuan khsusus untuk memenangkan pertandingan yang ada.
3. Bloody Roar 2
Bloody Roar 2 (Playstation One) |
Bloody Roar 2 merupakan game yang bergenre fighting merupakan game yang dikembangkan dan dirilis Hudson Soft untuk Playstation One pada tahun 1999. Pada saat itu, kepopuleran game ini menyaingi Tekken 3 yang jadi game fighting paling populer. Salah satu keunikan di game Bloody Roar 2 adalah tiap karakter yang dimainkan bisa berubah bentuk ke Beast Form. Di bentuk binatang tersebut, karakter bisa memberikan damage yang lebih besar dan juga mengeluarkan move tertentu yang tak bisa digunakan di Human Form.
Untuk pembahasan selanjutnya perjalanan game playstation selanjutnya akan dibahas pada part selanjutnya ya, thankyou!

Cara Menampilkan View Biodata Dengan Cara Passing Segmen URL Di CodeIgeneter 3
Chapter 6 : Views
Berikut langkah-langkah dalam pengerjaannya.
1. 1.Buatlah
file dengan nama “Biodata.php” dalam folder vhost>bintang.test>application>view,
kemudian isilah file tersebut dengan syntax html seperti gambar berikut yang
nantinya akan kita gunakan untuk melakukan passing segmen dengan controller
yang akan kita buat.
2. 2. Setelah
itu buatlah file dengan nama “Bintang.php” pada folder controller, kemudian
masukkan syntax seperti gambar berikut.
Pada bagian “class Bintang extends CI_Controller”, pastikan nama method sama dengan nama file php yang anda buat. Kemudian, didalalam file “Bintang.php” inilah yang nantinya akan ditampilkan pada “Biodata.php”, karena kita akan melakukan passing segmen URL.
3. 3. Berikut
hasilnya.

Controller Pada CodeIgneter 3
Cahpter 5 : Controller
Pada CodeIgneter
Controller merupakan barisan kode yang
bertugas memproses request yang datang dari user melewati browser dan URL
tertentu. Jika kita membuka URL tersebut, maka CodeIgenter akan mencari
controller bernama “Belajar”,
kemudian controller “Belajar” akan
menangani request dari yang telah kita buat. Berikut langkah-langkah dalam
membuat controller.
A. Controller Belajar
Buka terlebih dahulu teks editor yang digunakan.
Kemudian save file dengan format “Belajar.php”. Lalu simpan file
tersebut pada folder vhost>application>controller.
3. Kemudian, masukkan kode baris seperti
berikut didalam teks editor yang anda gunakan dan pastikan sesuai seperti
gambar dibawah.
Penjelasan :
Pada baris kode diatas, nama file.php dan method yang digunakan harus sama
(Belajar.php (nama file.php) harus sama pada class “Belajar”,
karena itulah request URL yang akan kita panggil di browser).
Untuk melihat apakah kode baris yang kita
masukkan sudah benar, maka kita perlu untuk mengaksesnya dengan URL yang sudah
kita siapkan dengan memanggil controller “Belajar”.
Untuk mengakses URL tersebut, pastikan Apache pada XAMPP anda sudah start.
Berikut hasil dari kode baris pada (“public function
index”) dengan kita minta untuk menampilkan dari kode baris (echo “Ini Bintang
Lagi Belajar”). Untuk melihat
hasil dari kode baris tersebut, silahkan masukkan URL nama file vhost anda/index.php/belajar
Berikut hasil dari kode baris pada (“public function
view”) dengan kita minta untuk menampilkan dari kode baris (echo “Ini Bintang
Lagi Makan”). Untuk melihat
hasil dari kode baris tersebut, silahkan masukkan URL nama file vhost anda/index.php/view
Berikut hasil dari kode baris pada (“public function
edit”) dengan kita minta untuk menampilkan dari kode baris (echo “Ini Bintang
Lagi Minum”). Untuk melihat
hasil dari kode baris tersebut, silahkan masukkan URL nama file vhost anda/index.php/edit
Berikut hasil dari kode baris pada (“public function save”) dengan kita minta untuk menampilkan dari kode baris (echo “Ini Bintang Lagi Olahraga”). Untuk melihat hasil dari kode baris tersebut, silahkan masukkan URL nama file vhost anda/index.php/save
B. Controller Produk
Buka terlebih dahulu teks editor yang digunakan. Disini saya sudah menyiapkan save file product.php.
2. Kemudian, masukkan kode baris seperti
berikut didalam teks editor yang anda gunakan dan pastikan sesuai seperti
gambar dibawah.
Penjelasan :
Pada baris kode diatas, nama file.php dan method yang
digunakan harus sama (Product.php
(nama file.php) harus sama pada class “Product”, karena itulah request URL yang akan
kita panggil di browser).
3. Untuk melihat apakah kode baris yang kita
masukkan sudah benar, maka kita perlu untuk mengaksesnya dengan URL yang sudah
kita siapkan dengan memanggil controller “Belajar”.
Untuk mengakses URL tersebut, pastikan Apache pada XAMPP anda sudah start.
4. Berikut hasil dari kode baris pada (“public function
index”) dengan kita minta untuk menampilkan dari kode baris (echo “This is a new
product!”). Untuk melihat
hasil dari kode baris tersebut, silahkan masukkan URL nama file vhost anda/index.php/product
5. Berikut
hasil dari kode baris pada (“public function edit_barang”) dengan kita minta
untuk menampilkan dari kode baris (echo “Ini Adalah Produk Terbaru!”). Untuk melihat hasil dari kode baris tersebut,
silahkan masukkan URL nama file vhost anda/index.php/edit_barang
6. Berikut hasil dari kode baris pada (“public function delete_barang ($delete, $barang)”)dengan kita minta untuk menampilkan dari kode baris (echo “($delete, $barang”). Untuk melihat hasil dari kode baris tersebut, silahkan masukkan URL nama file vhost anda/index.php/delete_barang/delete/barang
Penjelasan :
Dalam kode baris pada (“public function delete_barang ($delete, $barang)”), disini kita melakukan pasing segmen, yaitu kita bisa melakukan isian apapun seperti gambar diatas, di URL setelah ……/barang/delete/barang karena dalam kode barisnya, kita meminta untuk menampilkan apapun yang ada pada kurung yang ditandai symbol “$”, maka kita minta tampilkan sesuai dengan kode baris (echo “($delete, $barang”).
Contoh
Lainnya :
