Ada fase dalam hidup ketika seseorang mulai memahami bahwa kepercayaan tidak selalu datang dalam bentuk penghargaan. Kadang, ia datang sebagai tanggung jawab. Bukan berupa kata-kata besar atau pengakuan yang ramai terdengar. Melainkan sebuah kesempatan untuk melihat lebih jauh, memahami lebih dalam, dan mencoba memperbaiki sesuatu yang sudah lama berjalan dengan caranya sendiri. Namun semakin seseorang mencoba memahami banyak hal, semakin ia menyadari satu kenyataan. Bahwa menyelesaikan masalah sering kali bukan bagian tersulit. Bagian tersulit adalah membuat orang percaya bahwa memang ada sesuatu yang perlu diselesaikan. Karena sesuatu yang sudah terlalu lama terjadi, perlahan kehilangan rasa salahnya. Kesalahan yang terus berulang akhirnya tidak lagi disebut kesalahan. Ia berubah menjadi kebiasaan. Dan kebiasaan memiliki cara yang aneh dalam kehidupan manusia. Ia membuat sesuatu yang tidak seharusnya dianggap wajar, perlahan diterima sebagai hal biasa. Bukan karena semua ...
Ada kalanya aku merindukan diriku yang dulu. Bukan karena hidup sekarang buruk. Bukan juga karena aku ingin kembali ke masa itu. Aku hanya kadang rindu bagaimana semuanya terasa lebih sederhana. Dulu aku tidak terlalu banyak memikirkan banyak hal. Tidak terlalu sibuk memikirkan masa depan. Tidak terlalu sering mempertanyakan arah hidup. Tidak terlalu keras menuntut diri untuk segera menjadi sesuatu. Semua terasa lebih ringan. Lalu waktu berjalan. Pelan-pelan banyak hal berubah. Pengalaman mengubah cara pandang. Kegagalan mengubah cara melangkah. Kekecewaan mengubah cara percaya. Dan tanpa sadar, aku bukan lagi orang yang sama. Kadang perubahan itu terasa asing. Seolah aku sedang berkenalan dengan versi baru diriku sendiri. Ada bagian dari diriku yang hilang, tapi ada juga bagian baru yang tumbuh. Mungkin memang seperti itulah bertumbuh. Kita tidak hanya belajar menjadi seseorang yang baru. Kita juga belajar merelakan sebagian versi lama diri kita. Dan mungkin, itu tidak apa...