Langsung ke konten utama

Dear Diary #5 Tentang Bertumbuh Diam-Diam


Belakangan aku sering memikirkan satu hal.
Kenapa ya, sekarang semuanya terasa seperti harus terlihat?

Kalau sedang berusaha, harus diperlihatkan.
Kalau sedang belajar, harus diumumkan.
Kalau sedang berkembang, harus dibagikan.

Seolah-olah kalau orang lain tidak melihat prosesnya, maka pertumbuhan itu dianggap tidak ada. Padahal hidup tidak selalu seperti itu.

Ada banyak perubahan besar yang justru lahir dari hal-hal sunyi. Dari malam-malam panjang yang tidak diketahui siapa-siapa.

Dari kegagalan yang dipelajari diam-diam.
Dari keputusan kecil yang perlahan mengubah arah hidup seseorang.

Tidak semua pertumbuhan butuh tepuk tangan.
Tidak semua proses harus dipahami orang lain.
Kadang seseorang sedang membangun dirinya dengan sangat serius, hanya saja ia memilih tidak menjadikannya tontonan.

Dan mungkin, itu justru bentuk pertumbuhan yang paling jujur. Karena saat tidak ada yang melihat, kita bertumbuh bukan untuk validasi.

Melainkan benar-benar untuk menjadi versi diri yang lebih baik. Semakin ke sini aku mulai percaya, bertumbuh diam-diam itu tidak buruk.

Kadang justru itu cara paling tenang untuk sampai ke tempat yang lebih baik.

Authored by Bintang Amri Putra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Diary #1 Tentang Terlalu Banyak Berpikir

Belakangan ini aku sering menyadari satu hal. Kadang yang membuat seseorang lelah bukanlah hidupnya, melainkan pikirannya sendiri. Ada begitu banyak kemungkinan yang dipikirkan, begitu banyak skenario yang dibayangkan, begitu banyak ketakutan yang bahkan belum tentu terjadi. Sampai akhirnya, semua itu justru membuat langkah terasa berat. Aku pernah ada di titik terlalu lama berpikir tentang masa depan. Bertanya apakah keputusan ini benar, apakah langkah ini akan berhasil, apakah aku cukup mampu untuk menjalani semuanya. Lucunya, semakin lama dipikirkan, semakin besar pula keraguannya. Sampai akhirnya aku sadar, mungkin tidak semua jawaban hadir dari hasil berpikir. Ada jawaban yang baru muncul ketika kita berani melangkah. Mungkin hidup memang tidak meminta kita memahami semuanya lebih dulu. Kadang, hidup hanya meminta kita untuk percaya dan mencoba. Kalau dipikir-pikir, mungkin banyak kesempatan yang hilang bukan karena kita tidak mampu. Tapi karena kita terlalu sibuk memi...

Dear Diary #4 Tentang Tidak Semua Hal Harus Di Pahami Sekarang

Ada fase dalam hidup ketika semuanya terasa kabur. Kita tidak benar-benar tahu sedang menuju ke mana. Tidak tahu keputusan yang diambil akan membawa ke tempat yang tepat atau justru sebaliknya. Tidak tahu apakah langkah kecil hari ini akan berarti besar nanti, atau hanya menjadi bagian dari jalan memutar yang melelahkan. Di fase seperti itu, pikiran biasanya menjadi sangat berisik. Kita ingin segera memahami semuanya. Ingin tahu kenapa sesuatu harus terjadi. Ingin tahu kenapa jalan terasa lambat. Ingin tahu kapan semuanya mulai terlihat jelas. Tapi semakin aku menjalani hidup, semakin aku sadar bahwa tidak semua hal memang harus dipahami saat ini juga. Ada banyak hal yang baru terlihat maknanya setelah waktu berjalan cukup jauh. Ada banyak kejadian yang dulu terasa seperti kegagalan, ternyata justru sedang mengarahkan kita pada sesuatu yang lebih tepat. Mungkin memang tidak semua pertanyaan harus segera dijawab. Kadang hidup hanya meminta kita untuk percaya. Bukan percaya b...

Dear Diary #6 Tentang Kehilangan Versi Lama Diri Sendiri

Ada kalanya aku merindukan diriku yang dulu. Bukan karena hidup sekarang buruk. Bukan juga karena aku ingin kembali ke masa itu. Aku hanya kadang rindu bagaimana semuanya terasa lebih sederhana. Dulu aku tidak terlalu banyak memikirkan banyak hal. Tidak terlalu sibuk memikirkan masa depan. Tidak terlalu sering mempertanyakan arah hidup. Tidak terlalu keras menuntut diri untuk segera menjadi sesuatu. Semua terasa lebih ringan. Lalu waktu berjalan. Pelan-pelan banyak hal berubah. Pengalaman mengubah cara pandang. Kegagalan mengubah cara melangkah. Kekecewaan mengubah cara percaya. Dan tanpa sadar, aku bukan lagi orang yang sama. Kadang perubahan itu terasa asing. Seolah aku sedang berkenalan dengan versi baru diriku sendiri. Ada bagian dari diriku yang hilang, tapi ada juga bagian baru yang tumbuh. Mungkin memang seperti itulah bertumbuh. Kita tidak hanya belajar menjadi seseorang yang baru. Kita juga belajar merelakan sebagian versi lama diri kita. Dan mungkin, itu tidak apa...