Ada hari ketika seseorang belajar bahwa integritas ternyata bukan sekadar tentang mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Lebih jauh dari itu. Integritas adalah keberanian untuk tetap menyebut sesuatu sebagai kesalahan, bahkan ketika ada alasan yang sebenarnya bisa membuat kita memakluminya.
Karena setiap orang punya masalah. Ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Ada keluarga yang harus dipikirkan. Ada anak yang harus dijaga. Ada cicilan yang harus dibayar. Hidup memang tidak selalu memberi seseorang keadaan yang mudah. Tapi barangkali, sulitnya kehidupan tidak pernah menjadi alasan untuk mengubah sesuatu yang salah menjadi benar.
Sebab kalau setiap kesalahan selalu punya pembenaran, pada akhirnya tidak akan ada lagi yang merasa perlu bertanggung jawab. Yang lebih aneh lagi, kadang seseorang bisa terlihat sangat yakin ketika mengatakan tidak tahu apa-apa. Di depan orang lain, ia menjaga namanya. Menjauh ketika kesalahan mulai terbuka. Seolah-olah tidak pernah berada di sana. Tetapi ketika tidak banyak mata yang melihat, barulah keberanian untuk bertanggung jawab muncul.
Entah mengapa manusia bisa begitu takut kehilangan nama baik, sampai lupa bahwa yang jauh lebih penting adalah menjaga diri tetap baik. Nama baik bisa dijaga dengan banyak cara. Tetapi integritas hanya punya satu jalan : "Berani mengakui apa yang memang menjadi bagian dari kesalahan kita".
Mungkin tidak semua orang akan menyukai seseorang yang memilih jalan itu. Bahkan bisa jadi, suatu hari ia akan dianggap terlalu keras. Terlalu banyak bertanya. Terlalu ingin meluruskan sesuatu. Atau terlalu tidak bisa diajak bermain dengan cara yang sama. Tidak apa-apa. Sebab mengajarkan sesuatu yang benar memang tidak selalu membuat seseorang disukai.
Kadang justru membuatnya berdiri sendirian. Namun ada hal yang lebih penting daripada disukai. Yaitu mengetahui bahwa ketika suatu hari melihat ke belakang, ia tidak perlu malu kepada dirinya sendiri. Karena ia pernah memilih untuk tidak membiarkan kesalahan menjadi kebiasaan.
Ia pernah mencoba mengingatkan. Ia pernah mencoba meluruskan. Bukan karena merasa paling benar. Bukan karena ingin menjatuhkan siapa pun. Tetapi karena percaya bahwa sebuah tempat akan menjadi lebih baik jika orang-orang di dalamnya mulai berani bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.
Dan mungkin, itulah bentuk kepedulian yang paling tidak populer. Berani mengatakan bahwa yang salah memang salah, bahkan ketika mengatakan itu bisa membuat seseorang tidak menyukai kita. Sebab pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang bagaimana orang lain melihat kita.
Ada satu orang yang tidak pernah bisa kita hindari penilaiannya, "Diri sendiri".
Penulis by Bintang Amri Putra

Komentar
Posting Komentar