Langsung ke konten utama

Dear Diary #1 Tentang Terlalu Banyak Berpikir


Belakangan ini aku sering menyadari satu hal.

Kadang yang membuat seseorang lelah bukanlah hidupnya, melainkan pikirannya sendiri.

Ada begitu banyak kemungkinan yang dipikirkan, begitu banyak skenario yang dibayangkan, begitu banyak ketakutan yang bahkan belum tentu terjadi. Sampai akhirnya, semua itu justru membuat langkah terasa berat.

Aku pernah ada di titik terlalu lama berpikir tentang masa depan. Bertanya apakah keputusan ini benar, apakah langkah ini akan berhasil, apakah aku cukup mampu untuk menjalani semuanya.

Lucunya, semakin lama dipikirkan, semakin besar pula keraguannya.

Sampai akhirnya aku sadar, mungkin tidak semua jawaban hadir dari hasil berpikir.

Ada jawaban yang baru muncul ketika kita berani melangkah.

Mungkin hidup memang tidak meminta kita memahami semuanya lebih dulu.

Kadang, hidup hanya meminta kita untuk percaya dan mencoba.

Kalau dipikir-pikir, mungkin banyak kesempatan yang hilang bukan karena kita tidak mampu.

Tapi karena kita terlalu sibuk memikirkan kemungkinan gagal, sampai lupa memberi diri sendiri kesempatan untuk berhasil.


Penulis by Bintang Amri Putra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Diary #4 Tentang Tidak Semua Hal Harus Di Pahami Sekarang

Ada fase dalam hidup ketika semuanya terasa kabur. Kita tidak benar-benar tahu sedang menuju ke mana. Tidak tahu keputusan yang diambil akan membawa ke tempat yang tepat atau justru sebaliknya. Tidak tahu apakah langkah kecil hari ini akan berarti besar nanti, atau hanya menjadi bagian dari jalan memutar yang melelahkan. Di fase seperti itu, pikiran biasanya menjadi sangat berisik. Kita ingin segera memahami semuanya. Ingin tahu kenapa sesuatu harus terjadi. Ingin tahu kenapa jalan terasa lambat. Ingin tahu kapan semuanya mulai terlihat jelas. Tapi semakin aku menjalani hidup, semakin aku sadar bahwa tidak semua hal memang harus dipahami saat ini juga. Ada banyak hal yang baru terlihat maknanya setelah waktu berjalan cukup jauh. Ada banyak kejadian yang dulu terasa seperti kegagalan, ternyata justru sedang mengarahkan kita pada sesuatu yang lebih tepat. Mungkin memang tidak semua pertanyaan harus segera dijawab. Kadang hidup hanya meminta kita untuk percaya. Bukan percaya b...

Dear Diary #8 Tentang Integritas

  Ada hari ketika seseorang belajar bahwa integritas ternyata bukan sekadar tentang mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Lebih jauh dari itu. Integritas adalah keberanian untuk tetap menyebut sesuatu sebagai kesalahan, bahkan ketika ada alasan yang sebenarnya bisa membuat kita memakluminya. Karena setiap orang punya masalah. Ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Ada keluarga yang harus dipikirkan. Ada anak yang harus dijaga. Ada cicilan yang harus dibayar. Hidup memang tidak selalu memberi seseorang keadaan yang mudah. Tapi barangkali, sulitnya kehidupan tidak pernah menjadi alasan untuk mengubah sesuatu yang salah menjadi benar. Sebab kalau setiap kesalahan selalu punya pembenaran, pada akhirnya tidak akan ada lagi yang merasa perlu bertanggung jawab. Yang lebih aneh lagi, kadang seseorang bisa terlihat sangat yakin ketika mengatakan tidak tahu apa-apa. Di depan orang lain, ia menjaga namanya. Menjauh ketika kesalahan mulai terbuka. Seolah-olah tidak pernah berada di sana....