Langsung ke konten utama

Dear Diary # Tentang Kehilangan Versi Lama Diri Sendiri

Ada kalanya aku merindukan diriku yang dulu.
Bukan karena hidup sekarang buruk. Bukan juga karena aku ingin kembali ke masa itu. Aku hanya kadang rindu bagaimana semuanya terasa lebih sederhana.

Dulu aku tidak terlalu banyak memikirkan banyak hal. Tidak terlalu sibuk memikirkan masa depan. Tidak terlalu sering mempertanyakan arah hidup. Tidak terlalu keras menuntut diri untuk segera menjadi sesuatu. Semua terasa lebih ringan.

Lalu waktu berjalan.
Pelan-pelan banyak hal berubah.
Pengalaman mengubah cara pandang.
Kegagalan mengubah cara melangkah.
Kekecewaan mengubah cara percaya.

Dan tanpa sadar, aku bukan lagi orang yang sama.
Kadang perubahan itu terasa asing. Seolah aku sedang berkenalan dengan versi baru diriku sendiri. Ada bagian dari diriku yang hilang, tapi ada juga bagian baru yang tumbuh.

Mungkin memang seperti itulah bertumbuh.
Kita tidak hanya belajar menjadi seseorang yang baru. Kita juga belajar merelakan sebagian versi lama diri kita.

Dan mungkin, itu tidak apa-apa.
Karena meski versi lama itu pergi, ia pernah menjadi bagian penting yang membawa kita sampai di titik ini.

Authored by Bintang Amri Putra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Diary #1 Tentang Terlalu Banyak Berpikir

Belakangan ini aku sering menyadari satu hal. Kadang yang membuat seseorang lelah bukanlah hidupnya, melainkan pikirannya sendiri. Ada begitu banyak kemungkinan yang dipikirkan, begitu banyak skenario yang dibayangkan, begitu banyak ketakutan yang bahkan belum tentu terjadi. Sampai akhirnya, semua itu justru membuat langkah terasa berat. Aku pernah ada di titik terlalu lama berpikir tentang masa depan. Bertanya apakah keputusan ini benar, apakah langkah ini akan berhasil, apakah aku cukup mampu untuk menjalani semuanya. Lucunya, semakin lama dipikirkan, semakin besar pula keraguannya. Sampai akhirnya aku sadar, mungkin tidak semua jawaban hadir dari hasil berpikir. Ada jawaban yang baru muncul ketika kita berani melangkah. Mungkin hidup memang tidak meminta kita memahami semuanya lebih dulu. Kadang, hidup hanya meminta kita untuk percaya dan mencoba. Kalau dipikir-pikir, mungkin banyak kesempatan yang hilang bukan karena kita tidak mampu. Tapi karena kita terlalu sibuk memi...

Dear Diary #3 Tentang Terlihat Baik-Baik Saja

Kadang aku berpikir, menjadi dewasa itu seperti belajar memakai topeng dengan sangat rapi. Kita belajar tersenyum meski sedang lelah. Belajar menjawab “baik” meski isi kepala sedang kacau. Belajar terlihat tenang meski hati sedang penuh pertanyaan. Lucunya, semakin sering dilakukan, semuanya terasa biasa. Sampai-sampai orang lain benar-benar percaya bahwa semuanya baik-baik saja. Padahal ada banyak hal yang tidak pernah selesai hanya karena kita berhasil menyembunyikannya. Mungkin itulah salah satu hal paling sunyi saat bertumbuh. Kita mulai terbiasa memeluk keresahan sendirian. Bukan karena tidak percaya pada siapa-siapa. Kadang hanya karena bingung menjelaskan sesuatu yang bahkan kita sendiri belum sepenuhnya pahami. Ada banyak malam ketika seseorang terlihat baik-baik saja di mata dunia, padahal sedang berusaha menenangkan dirinya sendiri dalam diam. Dan mungkin, itulah alasan kenapa banyak orang terlihat kuat. Bukan karena mereka tidak rapuh. Tapi karena mereka sudah te...

Dear Diary #2 Tentang Merasa Tertinggal

Kadang rasa tertinggal datang tanpa diundang. Bukan karena hidup kita benar-benar berhenti, tapi karena terlalu sering melihat orang lain terlihat melaju. Melihat teman-teman mulai mencapai banyak hal. Ada yang kariernya naik. Ada yang hidupnya terlihat mapan. Ada yang seolah sudah menemukan arah yang pasti. Lalu tanpa sadar, kita mulai menoleh ke diri sendiri dan bertanya, “Aku sedang ada di mana?” Pertanyaan itu terdengar sederhana, tapi sering kali melahirkan gelisah yang sulit dijelaskan. Seolah hidup ini perlombaan, dan kita sedang kalah cepat. Padahal semakin dewasa aku sadar, hidup tidak pernah benar-benar punya garis finish yang sama untuk semua orang. Setiap orang memulai dari titik yang berbeda. Membawa beban yang berbeda. Memiliki waktu bertumbuh yang berbeda. Yang terlihat cepat belum tentu lebih bahagia. Yang terlihat lambat belum tentu sedang gagal. Mungkin kita tidak sedang tertinggal. Mungkin kita hanya sedang tumbuh dengan ritme yang memang ditakdirkan untu...