Langsung ke konten utama

Dear Diary #3 Tentang Terlihat Baik-Baik Saja

Kadang aku berpikir, menjadi dewasa itu seperti belajar memakai topeng dengan sangat rapi.
Kita belajar tersenyum meski sedang lelah.

Belajar menjawab “baik” meski isi kepala sedang kacau.

Belajar terlihat tenang meski hati sedang penuh pertanyaan.

Lucunya, semakin sering dilakukan, semuanya terasa biasa.

Sampai-sampai orang lain benar-benar percaya bahwa semuanya baik-baik saja.

Padahal ada banyak hal yang tidak pernah selesai hanya karena kita berhasil menyembunyikannya.
Mungkin itulah salah satu hal paling sunyi saat bertumbuh.

Kita mulai terbiasa memeluk keresahan sendirian.
Bukan karena tidak percaya pada siapa-siapa.
Kadang hanya karena bingung menjelaskan sesuatu yang bahkan kita sendiri belum sepenuhnya pahami.

Ada banyak malam ketika seseorang terlihat baik-baik saja di mata dunia, padahal sedang berusaha menenangkan dirinya sendiri dalam diam.
Dan mungkin, itulah alasan kenapa banyak orang terlihat kuat.

Bukan karena mereka tidak rapuh.

Tapi karena mereka sudah terlalu terbiasa menahan semuanya sendiri.

Kadang aku berpikir, mungkin keberanian terbesar bukanlah terlihat kuat.

Melainkan berani mengakui bahwa kita sedang tidak baik-baik saja.

Karena menerima kelemahan juga bagian dari bertumbuh.

Dan mungkin, itu tidak apa-apa.

Authored by Bintang Amri Putra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Diary #1 Tentang Terlalu Banyak Berpikir

Belakangan ini aku sering menyadari satu hal. Kadang yang membuat seseorang lelah bukanlah hidupnya, melainkan pikirannya sendiri. Ada begitu banyak kemungkinan yang dipikirkan, begitu banyak skenario yang dibayangkan, begitu banyak ketakutan yang bahkan belum tentu terjadi. Sampai akhirnya, semua itu justru membuat langkah terasa berat. Aku pernah ada di titik terlalu lama berpikir tentang masa depan. Bertanya apakah keputusan ini benar, apakah langkah ini akan berhasil, apakah aku cukup mampu untuk menjalani semuanya. Lucunya, semakin lama dipikirkan, semakin besar pula keraguannya. Sampai akhirnya aku sadar, mungkin tidak semua jawaban hadir dari hasil berpikir. Ada jawaban yang baru muncul ketika kita berani melangkah. Mungkin hidup memang tidak meminta kita memahami semuanya lebih dulu. Kadang, hidup hanya meminta kita untuk percaya dan mencoba. Kalau dipikir-pikir, mungkin banyak kesempatan yang hilang bukan karena kita tidak mampu. Tapi karena kita terlalu sibuk memi...

Dear Diary #2 Tentang Merasa Tertinggal

Kadang rasa tertinggal datang tanpa diundang. Bukan karena hidup kita benar-benar berhenti, tapi karena terlalu sering melihat orang lain terlihat melaju. Melihat teman-teman mulai mencapai banyak hal. Ada yang kariernya naik. Ada yang hidupnya terlihat mapan. Ada yang seolah sudah menemukan arah yang pasti. Lalu tanpa sadar, kita mulai menoleh ke diri sendiri dan bertanya, “Aku sedang ada di mana?” Pertanyaan itu terdengar sederhana, tapi sering kali melahirkan gelisah yang sulit dijelaskan. Seolah hidup ini perlombaan, dan kita sedang kalah cepat. Padahal semakin dewasa aku sadar, hidup tidak pernah benar-benar punya garis finish yang sama untuk semua orang. Setiap orang memulai dari titik yang berbeda. Membawa beban yang berbeda. Memiliki waktu bertumbuh yang berbeda. Yang terlihat cepat belum tentu lebih bahagia. Yang terlihat lambat belum tentu sedang gagal. Mungkin kita tidak sedang tertinggal. Mungkin kita hanya sedang tumbuh dengan ritme yang memang ditakdirkan untu...