Ada fase dalam hidup ketika seseorang mulai memahami bahwa kepercayaan tidak selalu datang dalam bentuk penghargaan. Kadang, ia datang sebagai tanggung jawab. Bukan berupa kata-kata besar atau pengakuan yang ramai terdengar. Melainkan sebuah kesempatan untuk melihat lebih jauh, memahami lebih dalam, dan mencoba memperbaiki sesuatu yang sudah lama berjalan dengan caranya sendiri.
Namun semakin seseorang mencoba memahami banyak hal, semakin ia menyadari satu kenyataan. Bahwa menyelesaikan masalah sering kali bukan bagian tersulit. Bagian tersulit adalah membuat orang percaya bahwa memang ada sesuatu yang perlu diselesaikan. Karena sesuatu yang sudah terlalu lama terjadi, perlahan kehilangan rasa salahnya.
Kesalahan yang terus berulang akhirnya tidak lagi disebut kesalahan. Ia berubah menjadi kebiasaan. Dan kebiasaan memiliki cara yang aneh dalam kehidupan manusia. Ia membuat sesuatu yang tidak seharusnya dianggap wajar, perlahan diterima sebagai hal biasa.
Bukan karena semua orang tidak tahu. Kadang mereka tahu. Kadang mereka sadar. Namun memilih diam terasa lebih mudah daripada menjadi bagian dari perubahan. Sebab perubahan selalu membawa ketidaknyamanan. Ia mengajak manusia melihat kembali hal-hal yang selama ini mungkin sengaja diabaikan. Ia memaksa seseorang bertanya:
"Apakah selama ini kita benar-benar berjalan di arah yang tepat?"
Dan tidak semua orang siap dengan pertanyaan itu. Ada orang-orang yang menjalani hidup hanya dengan menyelesaikan apa yang ada di depan mata. Namun ada juga orang-orang yang suatu hari diberi kesempatan untuk melihat lebih jauh.
Mereka diminta memahami persoalan yang rumit.Mereka diminta belajar memahami manusia. Mereka diminta mencari solusi dari masalah yang sudah lama menjadi bagian dari perjalanan. Bukan karena mereka selalu memiliki jawaban. Bukan karena mereka tidak pernah merasa lelah. Tetapi karena ada seseorang yang percaya bahwa mereka mampu bertumbuh untuk menghadapi itu semua.
Namun, menjadi seseorang yang dipercaya juga memiliki sisi lain. Ada waktu ketika pikiran terasa lebih ramai daripada biasanya. Ada pertanyaan yang muncul diam-diam:
"Mengapa selalu harus memikirkan hal-hal yang rumit?"
"Mengapa selalu dipertemukan dengan sesuatu yang membutuhkan perbaikan?"
Mungkin karena dalam hidup, tidak semua tanggung jawab diberikan kepada orang yang sudah siap. Terkadang, tanggung jawab diberikan kepada orang yang sedang dipersiapkan. Karena hidup tidak selalu mencari seseorang yang paling hebat. Kadang hidup hanya membutuhkan seseorang yang masih memiliki kepedulian ketika banyak orang memilih untuk terbiasa. Sebab perubahan tidak pernah benar-benar dimulai dari orang yang ingin terlihat paling benar.
Perubahan dimulai dari orang yang tetap memilih melakukan hal yang benar. Tanpa haus validasi. Tanpa menjatuhkan orang lain. Tanpa merasa dirinya paling tahu. Karena niat baik tidak membutuhkan panggung untuk membuktikan keberadaannya. Ia cukup dibuktikan melalui proses yang konsisten. Melalui langkah kecil yang mungkin tidak banyak dilihat orang.
Dan mungkin...
itulah harga sebenarnya dari sebuah kepercayaan.
Bukan tentang menjadi seseorang yang dianggap hebat.
Tetapi tentang kesediaan menjaga sesuatu yang telah dititipkan kepadanya.
Penulis by Bintang Amri Putra

Komentar
Posting Komentar