Langsung ke konten utama

Dear Diary #9 Tentang Hal-Hal Yang Dianggap Sepele

 

Ada hal-hal yang baru terasa penting ketika keadaan memaksa kita untuk melihatnya kembali. Sebelum itu, semuanya terlihat biasa saja. Pekerjaan diselesaikan seperlunya, catatan dibuat seadanya, hal-hal kecil dibiarkan karena dianggap masih bisa dibereskan nanti. Sampai suatu hari, semuanya perlu dijelaskan. Di situlah seseorang mulai menyadari bahwa sesuatu yang terlihat sederhana ternyata menyimpan tanggung jawab yang cukup besar.

Sebab pekerjaan bukan hanya tentang apa yang selesai hari ini. Ada sesuatu yang harus bisa dipertanggungjawabkan setelahnya. Ada catatan yang harus tetap bisa dipercaya.
Ada keputusan yang suatu hari mungkin perlu dijelaskan. Dan ada tanggung jawab yang seharusnya tetap melekat, bahkan ketika keadaan mulai terasa tidak nyaman.
Mungkin manusia memang sering begitu. Ketika semuanya berjalan baik, kita merasa tidak perlu terlalu khawatir. Tetapi ketika akibatnya mulai terlihat, barulah kita sibuk mencari tahu dari mana semuanya bermula.

Yang menarik, terkadang orang yang paling gelisah justru bukan orang yang berada di awal masalah. Bukan karena ia ingin menjadi pahlawan. Bukan pula karena ingin dianggap paling peduli. Mungkin hanya karena ada sebagian manusia yang sulit melihat sesuatu berantakan lalu memilih berpaling. Ada rasa bahwa sesuatu yang masih bisa diperbaiki, seharusnya tidak dibiarkan semakin buruk.
Dan mungkin di situlah letak perbedaan antara sekadar bekerja dan benar-benar memahami tanggung jawab. Karena pekerjaan bukan hanya tentang menyelesaikan apa yang terlihat.

Tetapi juga tentang meninggalkan sesuatu dalam keadaan yang bisa dipercaya oleh orang setelah kita. Sebab sesuatu yang dianggap kecil hari ini, bisa saja menjadi beban besar bagi seseorang di kemudian hari. Barangkali, tanggung jawab yang sebenarnya bukan tentang takut ketika masalah datang. Melainkan tentang melakukan sesuatu dengan benar ketika belum ada siapa pun yang bertanya. Karena pada akhirnya, tidak semua hal yang kita kerjakan akan langsung diperiksa.

Tetapi setiap hal yang kita kerjakan tetap meninggalkan jejak. Dan mungkin, integritas memang sesederhana itu: "Tetap melakukan yang benar, bahkan ketika belum ada yang bertanya".

Authored by : Bintang Amri Putra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Diary #1 Tentang Terlalu Banyak Berpikir

Belakangan ini aku sering menyadari satu hal. Kadang yang membuat seseorang lelah bukanlah hidupnya, melainkan pikirannya sendiri. Ada begitu banyak kemungkinan yang dipikirkan, begitu banyak skenario yang dibayangkan, begitu banyak ketakutan yang bahkan belum tentu terjadi. Sampai akhirnya, semua itu justru membuat langkah terasa berat. Aku pernah ada di titik terlalu lama berpikir tentang masa depan. Bertanya apakah keputusan ini benar, apakah langkah ini akan berhasil, apakah aku cukup mampu untuk menjalani semuanya. Lucunya, semakin lama dipikirkan, semakin besar pula keraguannya. Sampai akhirnya aku sadar, mungkin tidak semua jawaban hadir dari hasil berpikir. Ada jawaban yang baru muncul ketika kita berani melangkah. Mungkin hidup memang tidak meminta kita memahami semuanya lebih dulu. Kadang, hidup hanya meminta kita untuk percaya dan mencoba. Kalau dipikir-pikir, mungkin banyak kesempatan yang hilang bukan karena kita tidak mampu. Tapi karena kita terlalu sibuk memi...

Dear Diary #4 Tentang Tidak Semua Hal Harus Di Pahami Sekarang

Ada fase dalam hidup ketika semuanya terasa kabur. Kita tidak benar-benar tahu sedang menuju ke mana. Tidak tahu keputusan yang diambil akan membawa ke tempat yang tepat atau justru sebaliknya. Tidak tahu apakah langkah kecil hari ini akan berarti besar nanti, atau hanya menjadi bagian dari jalan memutar yang melelahkan. Di fase seperti itu, pikiran biasanya menjadi sangat berisik. Kita ingin segera memahami semuanya. Ingin tahu kenapa sesuatu harus terjadi. Ingin tahu kenapa jalan terasa lambat. Ingin tahu kapan semuanya mulai terlihat jelas. Tapi semakin aku menjalani hidup, semakin aku sadar bahwa tidak semua hal memang harus dipahami saat ini juga. Ada banyak hal yang baru terlihat maknanya setelah waktu berjalan cukup jauh. Ada banyak kejadian yang dulu terasa seperti kegagalan, ternyata justru sedang mengarahkan kita pada sesuatu yang lebih tepat. Mungkin memang tidak semua pertanyaan harus segera dijawab. Kadang hidup hanya meminta kita untuk percaya. Bukan percaya b...

Dear Diary #6 Tentang Kehilangan Versi Lama Diri Sendiri

Ada kalanya aku merindukan diriku yang dulu. Bukan karena hidup sekarang buruk. Bukan juga karena aku ingin kembali ke masa itu. Aku hanya kadang rindu bagaimana semuanya terasa lebih sederhana. Dulu aku tidak terlalu banyak memikirkan banyak hal. Tidak terlalu sibuk memikirkan masa depan. Tidak terlalu sering mempertanyakan arah hidup. Tidak terlalu keras menuntut diri untuk segera menjadi sesuatu. Semua terasa lebih ringan. Lalu waktu berjalan. Pelan-pelan banyak hal berubah. Pengalaman mengubah cara pandang. Kegagalan mengubah cara melangkah. Kekecewaan mengubah cara percaya. Dan tanpa sadar, aku bukan lagi orang yang sama. Kadang perubahan itu terasa asing. Seolah aku sedang berkenalan dengan versi baru diriku sendiri. Ada bagian dari diriku yang hilang, tapi ada juga bagian baru yang tumbuh. Mungkin memang seperti itulah bertumbuh. Kita tidak hanya belajar menjadi seseorang yang baru. Kita juga belajar merelakan sebagian versi lama diri kita. Dan mungkin, itu tidak apa...