Ada hal-hal yang baru terasa penting ketika keadaan memaksa kita untuk melihatnya kembali. Sebelum itu, semuanya terlihat biasa saja. Pekerjaan diselesaikan seperlunya, catatan dibuat seadanya, hal-hal kecil dibiarkan karena dianggap masih bisa dibereskan nanti. Sampai suatu hari, semuanya perlu dijelaskan. Di situlah seseorang mulai menyadari bahwa sesuatu yang terlihat sederhana ternyata menyimpan tanggung jawab yang cukup besar.
Sebab pekerjaan bukan hanya tentang apa yang selesai hari ini. Ada sesuatu yang harus bisa dipertanggungjawabkan setelahnya. Ada catatan yang harus tetap bisa dipercaya.
Ada keputusan yang suatu hari mungkin perlu dijelaskan. Dan ada tanggung jawab yang seharusnya tetap melekat, bahkan ketika keadaan mulai terasa tidak nyaman.
Mungkin manusia memang sering begitu. Ketika semuanya berjalan baik, kita merasa tidak perlu terlalu khawatir. Tetapi ketika akibatnya mulai terlihat, barulah kita sibuk mencari tahu dari mana semuanya bermula.
Yang menarik, terkadang orang yang paling gelisah justru bukan orang yang berada di awal masalah. Bukan karena ia ingin menjadi pahlawan. Bukan pula karena ingin dianggap paling peduli. Mungkin hanya karena ada sebagian manusia yang sulit melihat sesuatu berantakan lalu memilih berpaling. Ada rasa bahwa sesuatu yang masih bisa diperbaiki, seharusnya tidak dibiarkan semakin buruk.
Dan mungkin di situlah letak perbedaan antara sekadar bekerja dan benar-benar memahami tanggung jawab. Karena pekerjaan bukan hanya tentang menyelesaikan apa yang terlihat.
Tetapi juga tentang meninggalkan sesuatu dalam keadaan yang bisa dipercaya oleh orang setelah kita. Sebab sesuatu yang dianggap kecil hari ini, bisa saja menjadi beban besar bagi seseorang di kemudian hari. Barangkali, tanggung jawab yang sebenarnya bukan tentang takut ketika masalah datang. Melainkan tentang melakukan sesuatu dengan benar ketika belum ada siapa pun yang bertanya. Karena pada akhirnya, tidak semua hal yang kita kerjakan akan langsung diperiksa.
Tetapi setiap hal yang kita kerjakan tetap meninggalkan jejak. Dan mungkin, integritas memang sesederhana itu: "Tetap melakukan yang benar, bahkan ketika belum ada yang bertanya".
Authored by : Bintang Amri Putra

Komentar
Posting Komentar